Jika Anda ingin tumbuh di TikTok pada tahun 2025 tanpa mengandalkan konten viral, strategi terbaik adalah fokus pada konten yang memberikan nilai yang stabil dan bermakna. Dengan secara konsisten membuat konten yang beresonansi dengan audiens tertentu, Anda dapat secara bertahap membangun pengikut setia.

1. Video Pendidikan dan Petunjuk (Edutok)

Video singkat dan informatif yang menjelaskan konsep atau mengajarkan keterampilan, seperti proyek DIY, topik sains, kiat penganggaran, atau pelajaran bahasa, terus menarik keterlibatan yang kuat. Jenis video ini mengungguli konten yang mencolok dan serba cepat, terutama ketika mereka menguraikan langkah-langkah dengan jelas. Menurut wawasan komunitas, lebih dari 60% pengguna lebih menyukai video bergaya tutorial.

2. Topik Seputar Keuangan Pribadi, Kesehatan Mental, dan Kebugaran

Konten otentik yang terkait dengan pengalaman kehidupan nyata, seperti mengelola uang, menangani kecemasan, atau rutinitas perawatan diri, sangat beresonansi dengan pengguna. Pencipta di ruang “finfluencer” dan kesehatan mental berkembang, terutama ketika mereka mempertahankan transparansi dan akurasi faktual.

3. Video Lebih Panjang yang Menceritakan Kisah

TikTok sekarang menghargai konten yang lebih panjang, terutama untuk pembuat konten yang terdaftar dalam program pembagian pendapatan. Video seperti segmen “Bersiaplah Dengan Saya” yang terperinci, latihan berdurasi penuh, atau vlog berbasis cerita membantu menumbuhkan koneksi yang lebih kuat dengan pemirsa daripada klip pendek tingkat permukaan.

4. Konten Sehari-hari Alami dan Tanpa Filter

Video sederhana yang direkam dalam pengaturan sehari-hari, seperti dapur, mobil, atau ruang kerja Anda, seringkali berkinerja lebih baik daripada yang diedit dengan sangat baik. Menggunakan kait yang kuat dalam dua detik pertama, yang dikenal sebagai “interupsi pola,” membantu meningkatkan waktu tonton dan membuat pemirsa tetap terlibat.

5. Mendongeng Dalam Komunitas Niche

Alih-alih berfokus pada daya tarik massa, kreator sukses membangun di sekitar minat tertentu. Komunitas seperti #BookTok, #WomenInSTEM, atau tren yang digerakkan oleh nostalgia (misalnya, mode atau media awal 2000-an) menghargai konsistensi dan keaslian daripada viralitas berumur pendek.

6. Kolaborasi dengan Micro-Influencer dan Membangun Kepercayaan

Strategi pertumbuhan TikTok pada tahun 2025 menekankan bekerja dengan influencer mikro, pembuat konten yang mungkin memiliki audiens yang lebih kecil tetapi keterlibatan yang jauh lebih dalam. Kemitraan ini memungkinkan merek dan kreator untuk terhubung dengan komunitas yang ditargetkan dengan cara yang berarti. Alat seperti Pasar Kreator membantu menemukan dan berkolaborasi dengan pembuat niche ini.

7. SEO di TikTok: Konten yang Dibuat untuk Pencarian

TikTok telah menjadi mesin pencari utama untuk Gen Z dan Millennials. Untuk memanfaatkan ini, Anda harus menggunakan kata kunci yang relevan dalam keterangan, subtitle, dan dialog lisan Anda. Ini meningkatkan visibilitas saat pengguna mencari tutorial, rekomendasi produk, atau tren populer seperti #TikTokMadeMeBuyIt.

Mengapa Strategi Ini Bekerja: Pertumbuhan Berkelanjutan Atas Viralitas

Nilai Nyata: Pemirsa kembali karena mereka belajar atau mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya menonton untuk hiburan.

Loyalitas Niche: Komunitas yang lebih kecil menghargai konten yang relevan dan tidak difilter daripada klip yang terlalu dipoles.

Peningkatan Algoritma: Sistem TikTok mendukung konten yang relevan dan ditandai dengan baik, dan membantu pembuat konten baru ditemukan.

Umur panjang: Topik yang selalu hijau, seperti kiat keuangan atau kesehatan, terus bekerja lama setelah diposting.

Tips Ekstra untuk Pertumbuhan:

Mulai Kuat: Hubungkan pemirsa dalam 1-2 detik pertama dengan intro tebal atau mengejutkan seperti “Anda mungkin melakukan ini salah...”

Gunakan Alat AI: Platform seperti Symphony Assistant atau CapCut membantu mempercepat proses pembuatan konten dengan ide dan pengeditan cepat.

Uji dan Beradaptasi: Bereksperimenlah secara teratur dengan format yang berbeda (seperti mendongeng, tantangan, atau tutorial), berbagai panjang video, dan waktu posting yang berbeda untuk menemukan yang paling cocok.

Pikiran Akhir

Anda tidak perlu menjadi viral untuk berhasil di TikTok. Dengan berfokus pada konten yang bermanfaat, dapat dihubungkan, dan berbasis komunitas, mengoptimalkan pencarian, dan membangun koneksi nyata, Anda dapat tumbuh dengan mantap dan berkelanjutan, bahkan tanpa satu pun hit viral.